195 Video Rekaman Pemerkosaan Pria Di Manchester, Inggris Oleh Reynhard Sinaga - SEHATKAH?

Mencari Fakta Reynhard Sinaga, Sensasi Memperkosa Pria (Sesama Jenis Kelamin) Apa Coba?


Beberapa media besar di Indonesia menyebutkan bahwa Reynhard Sinaga dipenjara seumur hidup karena telah memperkosa 48 pria, namun dalam satu pemberitaan disebut juga jumlah korban 195 orang.

Dari pada kebingungan mencari fakta yang benar mengenai Reynhard Sinaga Sang Predator Seks ( Seksual ), berikut ini beberapa data yang terkumpul berdasarkan informasi dari berbagai media:

1. Melakukan Aksi Bejatnya ke 190 Orang
Selama rentang waktu dua setengah tahun (1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017), Reynhard terlibat dalam 159 kasus perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria. Di antara 159 kasus tersebut terdapat 136 perkosaan, di mana sejumlah korban diperkosa berkali-kali.

Pejabat dari unit kejahatan khusus, Kepolisian Manchester Raya, Mabs Hussain, mengatakan bukti menunjukkan kemungkinan korban dapat mencapai 190 orang, termasuk 48 orang yang kasusnya telah disidangkan melalui empat persidangan terpisah mulai Juni 2018 sampai Desember 2019.

2. Tidak Menunjukkan Penyesalan
Hakim Suzanne Goddard dalam putusannya (Senin, 6/1/2020) menggambarkan Reynhard sebagai "predator seksual setan" yang tidak menunjukkan penyesalan.
Sejak awal persidangan, Reynhard selalu mengatakan hubungan seksual itu dilakukan atas dasar suka sama suka.

Dilansir dari BBC, usai mendengar putusan hukuman, Reynhard terlihat tidak bereaksi. Bahkan, pada saat pemutaran video aksi bejatnya di beberapa komputer, Reynhard tidak menunjukkan ekspresi apa pun. Sesekali ia tampak sedikit menunduk untuk mencatat dan sering menyisir rambutnya yang sebahu dengan jari-jarinya sambil memiringkan kepala ke sisi kiri.
Pejabat konsuler KBRI, Gulfan Alfero, menyampaikan bahwa Reynard tidak terlihat dalam kondisi stres.

"Saya tiga kali bertemu [di penjara], Reynhard tak terlihat dalam kondisi stres. Dia happy , sehat, tenang, dia tahu kasus yang dihadapi. Dia tidak menyampaikan penyesalan karena dia menyatakan tidak bersalah dan tidak merasa terbebani atas kasusnya. Dia terlihat biasa biasa saja," kata Gulfan dikutip dari BBC.

3. Memfilmkan Semua Aksinya hingga 3,29 Terabyte
Reynhard Sinaga memfilmkan semua aksinya dengan ponsel miliknya. Dilansir dari laman The Crown Prosecution Service is responsible for criminal prosecutions, saat polisi Greater Manchester memeriksa beberapa perangkat Reynhard Sinaga mereka menemukan 3,29 terabyte materi video yang ia rekam saat melakukan aksinya.

Menurut polisi hal ini setara dengan 250 DVD atau 300.000 foto yang semuanya menggambarkan serangan seksual yang berlangsung dalam satu kasus.
Dalam persidangan terungkap, rekaman tindak perkosaan yang dipertontonkan ke para juri, berdurasi mulai dari sekitar satu jam sampai lebih dari enam jam.

Kepala unit kejahatan khusus, Kepolisian Manchester Raya, Mabs Hussain mengatakan bukti video yang direkam melalui dua telepon genggam Reynhard seperti halnya menyaksikan "1.500 film DVD".

6. Membius Korban dengan Obat GHB
Reynhard Sinaga melakukan tindak perkosaan di apartemennya di pusat kota Manchester. Ia mengajak korban ke tempat tinggalnya dan membius mereka dengan obat yang dicampur minuman beralkohol.
Reynhard memasukkan obat yang dicurigai adalah GHB (gamma hydroxy butyrate), obat bius yang menyerang sistem syaraf.

Semua kecuali dua korban Sinaga, tidak menyadari bahwa mereka telah dilecehkan secara seksual. Jaksa mengatakan bahwa itu karena ia menggunakan obat GHB 'chemsex' tersebut yang bisa membius korbannya sampai koma.

7. Mengambil Barang Korban untuk Kenang-kenangan
Kata polisi, Reynhard juga disebutkan mengambil barang-barang milik korban, termasuk jam, kartu identitas, dan mengambil gambar profil akun Facebook dari sebagian besar korban sebagai trofi (kenang-kenangan).

9. Mengaku Melakukan Hubungan Seks dengan Kurang Lebih 200 Orang
Gulfan Afero, koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI London, sempat berbicara "dari hati ke hati" dengan Reynhard di penjara. Ia mengakui dirinya gay. Dan menyatakan kepada Gulfan dirinya melakukan hubungan seks dengan kurang lebih 200 orang dalam kasus ini. Jumlah ini, dalam pengamatan hampir klop dengan yang didata polisi berdasarkan bukti rekaman video 193 orang.

10. Berpendidikan dan Rajin Beribadah
Keterangan polisi menyebutkan ia adalah seorang homoseksual. Tiba di Inggris pada Juni 2007 dengan visa pelajar dan mengambil S2 sosiologi di Universitas Manchester dengan disertasi tentang "Gay Asia Selatan, pria biseksual di Manchester".

Dikutip dari Telegraph dan The Guardian, Reynhard tiba di Inggris pada 2007 lalu untuk belajar pascasarjana di Manchester University. Setelah lulus, ia mengambil S3 di Universitas Leeds.

Dikutip dari BBC, Reynhard digambarkan (pihak keluarga) sebagai anak yang baik, rajin beribadah, rajin ke gereja. Di sisi lain, Reynhard cerdas, lulusan arsitektur, dua magister di Universitas Manchester dan S3 di Universitas Leeds.

Tunggu update selanjutnya....

Tags: jambi, berita jambi hari ini, Reynhard Sinaga Pemerkosa Berantai, WNI di inggris lakukan perkosaan, fakta Reynhard Sinaga perkosaan terhadap pria reynhard sinaga universitas indonesia, Reynhard sinaga, keluarga reynhard sinaga depok, reynhard sinaga linkedin, reynhard sinaga arsitektur, reynhard sinaga, biodata reynhard sinaga, pendidikan reynhard sinaga, arsitektur ui reynhard sinaga manchester crown court reynhard sinaga leeds, reynhard sinaga arsitektur universitas indonesia, reynhard sinaga anak bankir, reynhard sinaga alumni ui reynhard sinaga cnn, Reynhard sinaga daily mail, reynhard sinaga england, reynhard sinaga guardian, Reynhard sinaga itb, Reynhard sinaga jokowi, reynhard sinaga kompas, reynhard sinaga kuliah dimana, reynhard sinaga manchester reynhard sinaga, news reynhard sinaga, rumah reynhard sinaga rumah depok, reynhard sinaga sosial media Instagram & facebook, reynhard sinaga social media, reynhard sinaga the guardian reynhard sinaga thesis reynhard sinaga telegraph,reynhard sinaga predator seks. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel