Ketika Anak Sedang Tantrum, Sebaiknya Lakukan Hal Ini Bukan Dimarahi Karena Itu TIdak Membuat Sang Anak Diam

Pas anak tantrum jangan ikutan tantrum juga Ayah Bunda. Sebaiknya menunggu dia reda, sambil menjaga dan amankan benda-benda berbahaya yang bisa menyakiti dirinya sendiri dan orang lain. Saat anak lagi tantrum kalau diomelin, makin keras nangisnya. Dikasih tau pun gak akan didengerin.


Apa Itu Tantrum?

Tantrum adalah ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah, resistensi terhadap upaya untuk menenangkan dan, dalam beberapa kasus, kekerasan (Wikipedia).

Tantrum pada anak umumnya terjadi pada usia 1 tahun hingga anak menjelang usia 5 tahun. Namun, menurut Vera, puncak tantrum berada pada usia 1 – 3 tahun.

Cara Cerdas Menghadapi Anak Tantrum

  • Mengatasi anak pemarah tak serumit yang terlihat. Anak pemarah sepertinya menjadi hal yang sangat biasa.
  • Ajak bicara. Minta si kecil mengungkapkan perasaannya agar ia merasa lebih lega.
  • Hentikan kesibukan Anda sementara.
  • Beri Ciuman dan Pelukan.
  • Mengalihkan Perhatian.
  • Beri Waktu untuk Dirinya Sendiri.
  • Bercanda.
  • Mandi.

Apakah Bayi Bisa Tantrum?

Saat Bayi Mulai Marah. Sebelum bayi berusia 6 bulan, ia belum memiliki 'perangai buruk'. Namun seiring pertumbuhannya, umumnya di usia 6 bulan, Anda bisa melihat emosi-emosi baru muncul dari Sang Bayi, termasuk rasa frustasi. Berita baiknya, bayi belum memiliki tantrum dan rasa frustasinya ini bisa dihindari. Lebih tepatnya Kolik, Kolik pada bayi adalah situasi saat bayi yang dalam kondisi sehat sering menangis secara berlebihan. Situasi yang terjadi pada sebagian bayi ini jarang dianggap sebagai sebuah gangguan kesehatan dan sering tidak terdiagnosis.